Throwback

Pukul 2 pagi ini tiba - tiba saya terbangun. Seperti orang kebanyakan, saya coba mengingat - ingat mimpi apa tadi. Kok rasanya seperti nyata, susah dibedakan apakah itu mimpi atau memang benar terjadi.

Seingat saya, ada seseorang dari masa lalu yang menjadi fokus mimpi saya tadi. Entahlah, tapi dia begitu luwes dalam berbicara, sikapnya sangat hangat, masih sama seperti yang saya kenal dulu. Tak sedikit pun berubah. Hanya saja, kali ini perempuan yang bersama nya bukan lagi saya.

Seseorang yang diam - diam namanya selalu saya selipkan dalam doa selama beberapa tahun terakhir ini.

Seseorang yang ingin saya temui, walaupun sebenarnya saya tak berani.

Seseorang yang ingin saya ikhlaskan, tapi tidak saya lupakan.

Bukankah berpindah itu perkara mudah? Lalu kenapa sampai beberapa tahun ini hati saya tak kunjung berpindah jua?

Setia? Bukan. Saya hanya "kapok" saja untuk mengulang kembali. Menjatuhkan hati lagi.

Dalam mimpi tadi, saya bisa legowo ketika melihatnya dengan perempuan lain. Saya bisa tersenyum dengan ikhlas. Tak ada lagi rasa di hati, sedikit pun.


Tapi kata orang,  mimpi itu kebalikan dari kenyataan.

Comments

Popular Posts