INTERNAL AUDIT - BAB 6
PROSES DAN TUJUAN PEKERJAAN LAPANGAN
PROSES PEKERJAAN LAPANGAN
Merupakan proses untuk
mendapatkan keyakinan secara sistematis dengan mengumpulkan bahan bukti secara
objektif mengenai operasi entitas, mengevvaluasinya dan melihat apakah operasi
tersebut memenuhi standar. Proses sistematis menunjukkan bahwa prosedur sudah
disiapkan ternecana agar dapat mencapai tujuan audit yang sebenarnya. Sedangkan
persyaratan profesional berarti kekebasan penuh dari segala bias yang akan
mempengaruhi pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti.
TUJUAN PEKERJAAN LAPANGAN
Tujuan pekerjaan lapangan adalah
untuk membantu memberi keyakinan dengan melaksanakan prosedur-prosedur audit
yang ada di program audit sesuai tujuan audit yang ingin dicapai. Unit-unit
pengukuran dari kuantifikasi elemen-elemen terpisah yang diterapkan pada
operasi tersebut.
STRATEGI PEKERJAAN LAPANGAN
Bagian pekerjaan strategis :
·
Kebutuhan
pegawai
Sebelum melakukan pekerjaan lapangan, sebaiknya
direncanakan pula berapa banyak staf yang akan dibutuhkan untuk mengerjakan
pekerjaan lapangan. Perlu diperhatikan juga jumlah serta kualifikasi berupa
keahlian, pengalaman, dan sisplin ilmu yang dimiliki untuk melakukan audit.
·
Kebutuhan
sumber daya dari luar
Jika staf audit yang ada tidak memiliki keahlian
khusus, maka harus melibatkan pihak luar dengan keahlian khusus yang
dibutuhkan. Misalnya staf ahli i bidang psikologi, kesehatan, sosial, dan
lain-lain. Namun dalam melibatkan pihak luar ini harus tetap diperhitungkan
estimasi seberapa besar anggaran yang dibutuhkan, serta seberapa pentingnya
pihak luar ini terlibat dalam proses audit.
·
Pengorganisasian
staf audit
Selain staf audit yang berkompeten, dibutuhkan pula
pengorganisasian yang baik di dalamnya. Misalnya dengan membagi tugas sesuai
dengan bidang ilmu dan kompetensi staf audit. Dengan adanya pembagian tugas
seperti ini, maka diharapkan audit yang dilakukan akan tepat sasaran.
·
Wewenang
dan tanggung jawab
Karena dalam suatu proses audit melibatkan banyak
staf, maka diperlukan suatu koordinasi berupa struktur komando dari timaudit.
Dengan begitu maka akan terjadi otorisasi dalam setiap lini dan staf dalam tim
audit.
·
Struktur
pekerjaan lapangan
Pada bagian ini,
irut-urutan program audit direncanakan. Aktivitas yang saling berurutan dan
saling berhubungan direncanakan, untukk meyakinkan bahwa terdapat susunan alur
kerja. Aktivitas ini diidentifikasi dalam diagram dengan simbol-simbol ayng
saling berhubungan untuk menunjukkan adanya tahapan.
·
Waktu pelaksanaan
pekerjaan lapangan
Karena aktivitas yang dilakukan bersamaan dengan
aktivitas lainnya, maka diperlukan teknik PERT untuk mencapai estimasi
tahap-tahap kerja dan waktu keseluruhan. Estimasi waktu harus mencakup aspek
administratif, estimasi untuk kegiatan non operasi, dan pendokumentasian serta
penulisan draft laporan audit yang berisi hail-hasil pekerjaan lapangan.
·
Metode
pekerjaan lapangan
Ada enam metode yang dapat digunakan, yaitu :
observasi, konfirmasi, verifikasi, investigasi, analisis, dan evaluasi. Penting
bagi auditor untuk memilih metode mana yang sesuai untuk digunakan, serta
penting juga untuk menyiapkan kelengkapan dalam menggunaka metode yang dipilih.
·
Metode
pendokumentasian
Bagian ini melibatkan akumulasi bahan bukti dan
penyiapan kertas kerja . bagiana ini membutuhkan antisipasi hasil-hasil metode
pekerjaan lapangan dan juga penggunaan akhir dari audit.
·
Penyiapan
laporan
Struktur laporan sering kali dirancang pada proses
awal audit. Struktur makro dari laporan harus direncanakan. Hal ini merupakan
tahapan penyajian temuan audit dan kerangka kasar dari bagian-bagian laporan.
Juga struktur mikro laporan atau metode pengujian.
·
Rencana
kontijensi
Rencana ini disusun untuk menghadapi situasi ketika
audit tidak berjalan sesuai dengan rencana. Kontijensi harus diantisipasi dan
kerangka harus disiapkan untuk situasi-situasi seperti :
o
Kekurangan staf
o
Tidak ada bahan yang bisa di audit
o
Indikasi bahwa kondisi proyek tidak material
o
Indikasi mendadak tentang adanya kecurangan atau
kejahatan
o
Halangan yang material dari klien
o
Kerusakan komputer atau maslah perngkat lunak
o
Campur tangan manajemen puncak
o
Penarikan sumber say aaudit
o
Kemajuan pekerjaan yang mungkin akan melebihi
anggaran
TIM AUDIT DAN PENGARAHAN MANDIRI
Tim dengan pengarahan mandiri
terpisah dari bentuk manajemen tradisional yang gemuk. Tim tersebut merupakan
sebuah unit operasional yang umumnya terdiri dari staf ahli dalam berbagai
bidang audit, dan memiliki kepemimpinan serta rotasi atau dasar-dasar lainnya. Dengan
adanya Tim ini, maka diharapkan akan ada evaluasi terhadap kualitas audit
internal. Serta adanya resolusi mengenai tujuan-tujuan dasar organisasi,
independensi, pekerjaan audit yang tidak bagus, dan pengambilan keputusan yang
tidak memadai.
AUDIT BERHENTI-KEMUDIAN LANJUT
Salah satu strategi yang
digunakan untuk meningkatkan kuantitas audit adalah dengan menggunakan teknik
“Audit berhenti-kemudian lanjut”. Teknik ini dapat meningkatkan jumlah
aktivitas audit internal dalam waktu tempo yang sama, serta membantu
menghilangkan audit dengan pengembalian yang rendah yang melewati proses
penyaringan awal. Konsep dasarnya yaitu dengan mennghentikan audit selama
survei pendahuluan, atau pada waktu lainnya. Jika tidak ada indikasi adanya
risiko yang substanstial, atau tidak ada temuan penyimpangan yang potensial.
Komite Audit dari Dewan Komisaris
di Edison diperkenalkan dengan teknik ini dan kemudian meneraokannya karena
audit ini :
·
Memaksa tujuan aktivitas audit untuk memusatkan
sumbber dayanya pada hal-hal berisiko tinggi dan aktivitas aktivitas dari
perusahaan dan memberikan Komite Audit keyakinan bahwa lebih banyak upaya audit
yang dihabiskan pada hal-hal tersebut daripada pada bidang-bidang berisiko
rendah.
·
Memungkinkan fleksibilitas auditor untuk melakukan
teknik ini, guna mengurangi atau meningkatkan lingkup audit, dan memotivvasi
auditor untuk fokus pada aktivitas-aktivitas perusahaan yang akan menghasilkan
temuan-temuan yang paling bermanfaat dan bernilai tinggi bagi organisasi
·
Meningkatkan jumlah audit di atas cakupan audit
minimum, karena auditor melakukkan lebih banyak audit dengan jangka waktu yang
lebih pendek setiap tahun.
CONTROL SELF ASSESSMENT
Control self-assessment merupakan salah satu inovasi yang
baru. Konsep ini diwujudkan dalam bentuk partisipasi klien terhadap kontrol
internal. Hal ini merupakan pengembangan dari COSO mengenai kontrol internal.
Metode yang digunakan adalah mengembangakan semacam pertemuan yang dilakukan
staf audit, tetapi terdiri dari karyawan klien yang akan mengevaluasi dan
mengukur aspek-aspek lunak dari kontrol internal.
Selama pertemuan tersebut terdapat diskusi tentang tujuan
utama yang diberikan unit usaha klien dan tentang tujuan pendukung. Juga
didiskusikan kesuksesan kontrol, hambatan-hambatan, dan rekomendasi.
Hasil-hasil dari tahap audit ini bisa menjadi bagian laporan audit yang
dijadwalkan atau bisa juga dilaporkan terpisah. Tahap pelaporan ini sering kali
dilakukan menggunakan grafik-grafik yang berhubungan dengan tujuan utama dan
tujuan dasar.
BAGIAN-BAGIAN PEKERJAAN LAPANGAN
TUJUAN-TUJUAN AUDIT


AUDIT SMART
Konsep SMART dikembangkan oleh audit pada Carolina Power and
Light, singkatan dari Selective Monitoring and Assessment of Risks and Trends.
Metode ini merupakan gabungan penentuan risiko dan audit analitis. Metode ini
menggunakan indikator-indikator kunci sebagai elemen dasar dari proses audit.
Terdapat empat tahap yaitu :
·
Pemilihan bidang-bidang kunci untuk pengawasan
dan penetuan
·
Pengembangan indikator- indikator kunci untuk
pengawasan dan penentuan
·
Implementasi
·
Pemeliharaan teknik-teknik audit SMART
Pemilihan
bidang-bidang kunci untuk pengawasan didasarkan pada kriteria-kriteria berikut
ini :
·
Risiko yang dihadapi organisasi
·
Lingkungan kontrol
·
Perubahan atau inisiatif baru
·
Bidang-bidang masalah yang diketahui
·
Kemampuan menggunakan teknik audit berbantuan
komputer secara efektif dari segi biaya
·
Mutu informasi
·
Likuiditas aset
·
Kontrak-kontrak utama
·
Manajemen
·
Pengawasan aktivitas oleh yang lain
Indikator-indikator
kunci :
·
Oenuh makna
·
Tepat waktu
·
Sensitivitas
·
Keandalan
·
Dapat diukur
·
Praktis
Pemeliharaan
teknik-teknikaudit SMART mencakup :
·
Penugasan aktivitas-aktivitas audit SMART ke
masing-masing anggota tim
·
Mengupayakan pendokumentasian yang layak dan
penyimpanan tersentralisasi
·
Evaluasi periodik atas aktivitas audit
·
Pertimbangan penggunaannya selama proses
perencanaan audit tahunan
Carolina Power and Light mengemukakan hasil dari inovasi ini
berupa efektivitas biaya yang mendukung proses audit internal tradisional.
Berikut ini manfaat-manfaat utamanya :
·
Meningkatkan penggunaan metode-metode audit
terbatas
·
Meningkatkan upaya audit
·
Memperbanyak audit yang efektif
·
Identifikasi masalah secara tepat waktu
·
Meningkatkan deteksi kecurangan
·
Meningkatkan perencanaan audit tahunan
PENGEMBANGAN STANDAR
Auditor internal semakin lama
semakin dalam masuk ke dalam arus operasi. Juga, mereka mulai mengevaluasi
fungsi-fungsi manajemen yang belum memiliki standar. Standar harus sesuai
dengan tujuan-tujuan operasi yang diperiksa, untuk hal-hal yang bersifat teknis
standar harus divalidasi oleh seorang ahli yang secara teknis memiliki
kompetensi sebelum diterima manajemen klien.
Bila tidak ada standar maka
auditor yang akan membuatnya. Kemudian untuk memperoleh keyakinan yang memadai
bahwa standar tersebut wajar dan relevan, mereka meminta wakil lokal dari Dewan
Keamanan Nasional untuk menelaah standar tersebut. Standar yang sudah di
validasi kemudian dibahas dengan manajemen klien dan diterima. Auditor kemudian
bisa dengan yakin menggunakan standar tersebut untuk dibandingkan dengan
pengukuran mereka.
Penggunaan
Tolok Ukur
Tolok ukur adalah pemilihan praktik-praktik terbaik yang dilakukan oleh
organisasi-organisasi lainnya atau oleh bagian-bagian organisasi itu sendiri
yang dimaksudkan untuk membawa pencapaian tujuan. Pengembangan tolok ukur
biasanya merupakan hasil dari proses belajar. Arthur Andersen melakukan studi
Praktik-praktik Global Terbaik (Globat Best Practices) yang mengidentifikasi
empat tahap yang tepat untuk menentukan aktivitas-aktivitas yang akan meningkatkan
upaya organisasi.Yaitu: Analisis proses-proses audit, Merencanakan studi,
Laksanakan studi, Dapatkan pemahaman.
Penggunaan tolok ukur adalah proses audit yang diterapkan pada disiplin
ilmu audit internal secara utuh untuk mengidentifikasi metode-metode yang
inovatif dan produktif dan akan menghasilkan operasi audit internal yang lebih
efisien. Penggunaan tolok ukur dapat digunakan untuk meningkatkan semua
tingkatan fungsi audit internal.
Evaluasi
Evaluasi didefinisikan untuk mencapai pertimbangan yang benar secara
matematis, dan untuk menyatakan pertimbangan tersebut dalam hal apa yang
diketahui. Evaluasi jarang digunakan untuk menentukan nilai moneter, tetapi
lebih pada menemukan hal-hal sejenis dalam istilah-istilah yang lebih dikenal
seperti: ketepatan waktu pemprosesan faktur, atau akurasi matematisnya, atau
akurasi dalam pemeriksaan penerimaan. Namun, evaluasi melibatkan lebih dari
sekadar perbandingan ukuran dengan standar. Hal ini membutuhkan pertimbangan
baik pada standar maupun pada hasil-hasil perbandingan. Hal ini juga
membutuhkan penerapan konsep yang kongruen dalam standar dan proses pengukuran.
Aspek-aspek
Operasi
Pengukuran yang dilakukan auditor internal biasanya akan diarahkan ke
tiga aspek penting organisasi, yaitu kualitas mengklarifikasi pesanan
pembelian, biaya menentukan daftar para pemasok yang memberi penawaran telah
disetujui oleh penyedia pembelian, dan jadwa Menentukan apakah tanggal pesanan
pembeli dan apakah tanggal sesuai dengan permintaan.
Pengujian
·
Tujuan umum pengujian
Bagi auditor internal, pengujian berarti pengukuran hal-hal yang
representatif dan perbandingan hasilnya dengan standar atau kriteria yang
ditetapkan. Tujuannya adalah untuk memberi auditor dasar bagi pembentukan opini
audit. Pengujian audit biasanya mencakup evaluasi transaksi, catatan,
aktivitas, fungsi, dan asersi dengan memeriksa semua atau sebagiannya. Teknik
audit berbantuan komputer dalam kondisi-kondisi tertentu dapat menguji
keseluruhan populasi. Perangkat lunak tersebut melakukan pengujian dan
pengecualian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya guna
pemeriksaan audit.
·
Tujuan Khusus Pengujian
Tujuan khusus proses pengujian adalah untuk menentukan: Validitas, yaitu
kelayakan, keaslian, kewajaran. Akurasi,
yaitu kuantitas, kualitas- klasifikasi. Ketaatan dengan prosedur, regulasi,
hukum yang berlaku, dan lain-lain. Kompetensi kontrol, yaitu tingkat kenetralan
risiko.
·
Merencanakan Pengujian
Rencana tersebut harus diformalkan dengan dokumentasi dan harus
mencakup:
·
Pendefinisian
tujuan pengujian.
·
Pengidentifikasian
jenis pengujian untuk mencapai suatu tujuan.
·
Pengidentifikasian
kebutuhan pegawai yang mencakup: keahlian dan disiplin ilmu yang dimiliki,
kualifikasi pengalaman, dan jumlah.
·
Penentuan
urutan proses pengujian.
·
Pendefinisian
standar atau kriteria.
·
Pendefinisian
populasi pengujian.
·
Keputusan
metodologi pengambilan sampel yang akan dilakukan.
·
Pemeriksaan
transaksi atau proses terpilih.
·
Pendefinisian Standar Kinerja atau Kriteria
dan Populasi Pengujian
Standar kinerja atau kriteria bisa berbentuk eksplisit dan implisit.
Berbentuk eksplisit bila dinyatakan secara jelas dalam arahan, instruksi
pekerjaan, spesifikasi, atau hukum. Standar bersifat implisit bila manajemen
mungkin telah menetapkan tujuan dan sasaran, atau sedang mengupayakan penetapannya, tetapi tidak
menyatakan secara eksplisit bagaimana mencapainya. Pendefinisian Populasi
Pengujian yang akan diuji harus dipertimbangkan sesuai tujuan audit. Jika
tujuannya adalah opini atas transaksi yang terjadi sejak audit terakhir, total
transaksi mencerminka populasi. Jika tujuannya adalah memberi opini atas
kecukupan, efektivitas, dan efisiensisistem kontrol yang diterapkan saat ini,
populasinya mungkin lebih terbatas.
·
Metodologi Pengambilan Sampel yang Akan
Dilakukan
Pemilihan sampel harus mengikuti rencana yang paling sesuai dengan
tujuan audit:baik melalui pertimbangan maupun menggunakan metode statistik.
Pemilihan yang palingandal dilakukan berdasarkan daftar yang terpisah dari
catatan transaksi itu sendiri.
Teknik-teknik
Pemeriksaan Transaksi-transaksi atau Proses-prosesTerpilih
·
Mengamati.
Mengamati berarti melihat, memerhatikan, tidak melewatkan hal-hal yang
dianggap penting. Hal ini
mengimplikasikan diterapkannya pandangan yang berhati-hati dan berpengetahuan
pada orang, fasilitas, proses, dan barang-barang. Halini juga berarti
pemeriksaan visual yang memiliki tujuan,
memiliki nuansa perbandingan dengan standar, dan suatu pandangan yang
evaluatif.
·
Mengajukan
pertanyaan. Mengajukan pertanyaan mungkin rnerupakan teknik yang paling
pervasif bagi auditor yang menelaah operasi. Pertanyaan diajukan selama
auditdan bisa secara lisan ataupun tertulis.
·
Menganalisis,
berarti memeriksa secara rinci. Artinya kita memecah entitas yang kompleks ke
dalam bagian-bagian kecil untuk menentukan karakteristiknya yang sebenarnya.
Istilah ini juga berarti melihat lebih dalam beberapa fungsi, aktivitas, atau
sekelompok transaksi dan menetukan hubungannya masing- masing.
·
Memverifikasi,
berarti mengonfirmasi kebenaran, akurasi, keaslian, atau validitas sesuatu.
Cara ini paling sering digunakan untuk mendapatkan kebenaran fakta
ataurincian dalam suatu akun atau laporan. Hal ini
mengimplikasikan upaya yang disengaja untuk menentukan akurasi atau validitas
beberapa laporan atau tulisan dengan mengujinya, seperti membandingkannya
dengan fakta yang diketahui, dengan data asli, atau dengan suatu standar.
·
Menginvestigasi,
merupakan istilah yang secara umum diterapkan pada pelaksanaan tanya jawab
untuk menemukan fakta-fakta yang tersembunyi dan mencari kebenaran. Hal ini
mengimplikasikan penelusuran informasi yang sistematis yang diharapkanauditor
bisa ditemukan atau perlu diketahui. Cara ini mencakup, tapi tidak terbatas
pada, penyidikan investigasi yang menyelidiki lebih dalam dan ekstensif dengan
maksud mendeteksi kesalahan.
·
Mengevaluasi.
Mengevaluasi berhubungan dengan melibatkan estimasi nilai. Dalam audit, hal ini
berarti menuju suatu pertimbangan. Artinya menimbang apa yang
telahdianalisis dan menentukan
kecukupan, efisiensi, dan efektivitasnya. Hal ini merupakan langkah yang berada
di antara analisis dan verifikasi di satu sisi dan opin audit di sisi yang
lain. Hal ini mencerminkan kesimpulan yang dihasilkan auditor berdasarkan
fakta-fakta yang telah dikumpulkan
Comments
Post a Comment