INTERNAL AUDIT - BAB 10
CONTROL SELF ASSESSMENT
Mengapa diperlukan
Control Self Assessment
diperlukan untuk menggantikan cara konvensional auditor intern dalam memotret
pengendalian intern organisasi. Sementara bagi yang memandang dari perspektif
manajemen, CSA adalah semacam program yang dirancang manajemen untuk
mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko dan pengendalian mereka sendiri
demi kepentingan mereka sendiri juga.
perubahan – kekuatan pendukung lainnya
Pada tahun 1980-1990 mulai
terlihat suatu kekuatan pendorong lain dan lebih besar yang bisa memaksa
auditor untuk meningkatkan pendekatan dan keahlian mereka. Adanya perubahan
besar-besaran pada sistem kontrol di perusahaan di era tahun 1980 dan
sesudahnya, mengakibatkan auditor harus meningkatkan pendekatan dan keahlian
mereka.
kontribusi gulf canada
Gulf Canada merupakan sebuah
perusahaan minyak yang terletak di Alberta, Canada. CSA muncul sebagai akibat
dari keresahan terhadap kegagalan auditor internal perusahaan. Walaupun hasil
audit menunjukkan bahwa pengendalian yang dimiliki cukup baik, amun pada
kenyataannya ada saja kecurangan yang dilakukan mulai dari tingkat karyawan
sampai manajemen atas, sehingga menyebabkan perusahaan tidak mampu bersaing dengan
perusahaan lain yang sejenis.
Oleh karena itu tim auditor
internal Gulf Canada merancang suatu pendekatan baru dengan melibatkan seluruh
elemen perusahaan. CSA terbentuk sebagai hasil dari kerjasama antara auditor
internal dengan seluruh elemen perusahaan yang turut melakukan pengawasan terhadap
pekerjaannya sendiri. Walaupun pada akhirnya di tahun 1995 CSA dihentikan,
namun banyak perusahaan lain yang sudah mengadopsi sistem serupa untuk
diterapkan di perusahaan masing-masing.
apa yang dimaksud control self assessment
Control Self Assessment merupakan
suatu pendekatan yang diterapkan oleh internal auditor di dalam perusahaan
dengan melibatkan seluruh elemen perusahaan. Ditinjau dari maknanya :
·
Control berarkerangka kerja terintegrasi secara
luas yang mempertimbangkan semua faktor internal utama yang mempengaruhi
pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Lingkupnya cenderung holistik atau
sistemik.
·
Self dalam self assessment merupakan kriteria
fundamental dalam CSA, kata ini menunjukkan ciri khas CSA dibanding proses
audit lainnya.
·
Assessment adalah evaluasi atas kontrol. Banyak
faktor yang dapat mempengaruhi hasil kerja organisasi, disini CSA berperan
untuk menghindari risiko yang terkait dengan subjektivtas dengan mengumpulkan
opini subjektif dari banyak pengamat yang berbeda, guna mengidentifikasi
pola-pola umum sebelum sampai pada pertimbangan.
Berdasarkan hal-hal tersebut, CSA
digambarkan sebagai berikut :
Sebuah
proses dimana tim dan karyawan manajemen, di tingkat lokal dan eksekutif,
terus-menerus menjaga
kesadaran semua faktor material yang cenderung mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi, sehingga memungkinkan
mereka membuat penyesuaian-penyesuaian yang tepat. Untuk meningkatkan independensi, objektivitas, dan
kualitas dalam proses tersebut, serta tata kelola yang efektif, maka diharapkan auditor internal terlibat dalam proses
tersebut dan bahwa mereka secara independen
melaporkan hasil-hasilnya ke manajemen senior dan dewan komisaris.
alat dan teknik yang digunakan
Untuk mendapatkan hasil CSA yang
terbaik, maka dibutuhkan beberapa hal pendukung, diantaranya pelatihan khusus
dengan memfasilitasi rapat kerja di organisasi. Lima komponen penting yang
mendukung keberhasilan rapat kerja adalah :
·
Fasilitator melakukan wawancara dengan manajemen
dan partisipan sebelum rapat kerja dimulai. Dengan melakukan wawancara maka
akan didapatkan pemahaman menganai tujuan utama, tujuan saat ini, dan
signifikasi dalam hubungannya dengan strategi organisasi. Selain itu dengan
adanya wawancara diharapkan dapat mengurangi adanya interupsi, risiko
memberikan opini yang dapat mengancam objektivitas, dan lainnya.
·
Bertukar pikiran mengenai hal-hal apa saja yang
mendukung maupun menghambat dalam usaha mencapai tujuan utama masing-masing.
Selama pembahasan ini akan terjadi diskusi kelompok untuk mencari akar
permasalahan serta solusi ynag tepat untuk diterapkan di masing-masing bagian.
·
Komponen ketiga muncul bila peserta puas karena
masalah mereka telah diidentifikasi dan dibahas. Dengan menggunakan kerangka
kerja kontrol sebagai pedoman, peserta bisa menjawab serangkaian pertanyaan
yang menjamin bahwa semua spektrum masalah kontrol ditelaah dengan cermat dalam
masalah tersebut.
·
Komponen keempat adalah mengembalikan segera
ringkasan pembahasan dan pengumpulan suara ke peserta, jika ada.
·
Komponen kelima adalah tindakan. Partisipan dan
manajemen harus memutuskan tindakan apa yang harus diambil pertma kali karena
mereka meiliki jarang sekali waktu untuk segera melakukan semua yang telah
dibahas.
Variasi Tema
Di akhir tahun 1990-an konsep
risiko mencakup factor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kemampuan
organisasi untuk mencapai
tujuannya. Dengan kerangka kerja seperti model Baldridge. Beberapa
bentuk self-assessment-CSA, QSA,
RSA,GSA, ESA – menggunakan metodelogi dan indicator-indikator yang sama untuk
menelusuri control, kualitas, risiko, manajemen, tata kelola, dan etika.
Kesuksesan rapat kerja CSA menciptakan permintaan dari organisasi. tiga situasi
berikut untuk mencari sumber daya dari luar :
·
Pertama dalam pelatihan dan implementasi awal
dengan target tinggi tetapi kemampuanpeserta
masih rendah: penggunaan orang yang professional dan
berpengalaman biasa menjembatani kesengajaan ini.
·
Kedua pada saat manajemen puncak, dewan, atau
komite dewan memutuskan untuk menyelenggarakan pertemuan CSA.
·
Ketiga terjadi saat program CSA yang telah berjalan
baik membutuhkan penelaah dari pihak luar atau penyegaran (Tune-up).
Implikasi bagi Karyawan, Manajemen, Auditor, dan Dewan
Dari sudut pandang klien, auditor
CSA merupakan fasilitator yang menyediakan forum dan agenda yang berguna yang
memungkinkan klien menemukan sendiri keadaan sebenarnya dan memutuskan
perubahan yang dilakukan. Independensi dan objektivitas auditor dipandang sebagai
asset yang akan membawa fokus tambahan bagi masalah-masalah penting yang membutuhkan
dukungan atau resolusi. Bagi manajemen senior, memberikan manajemen suatu
peluang untuk membandingkan strategi mereka dengan realitas terkini dan membuat
penyesuaian memastikan bahwa tujuan bersifat reaistis dan akan tercapai-tujuan kontrol.
Bagi direksi, komisaris, komite audit dan pihak-pihak lain dalam tata kelola
perusahaan,CSA memeiliki implikasi yang signifikan. Fokus yang sempit dari
profesi audit eksternal pada pelaporan keuangan sering kali menghasilkan
keterkejutan dan memalukan bila terjadi kecurangan yang tidak diharapkan karena
faktor-faktor kontrol yang utama tidak diperiksa. COSO, CoCo, Cadbury, dan
berbagai kerangka risiko telah memperluas lingkup penelaahan audit internal
untuk mencakupkan setiap faktor yang secara signifikan mempengaruhi efisiensi,efektivitas,
atau legalitas operasional.
Independensi, Objektivitas, Dan Etika Fasilitator
CSA menyebabkan hubungan
auditor/fasilitator dengan klien menjadi lebih dekat, tetapi sangat penting
menjaga independensi dan objektivitas. Tahap riset sebelum rapat kerja
sangatlah penting karena fasilitator mendapatkan tolok ukur eksternal yang
independen untuk digunakan sebagai perbandingan. Fasilitator juga harus menjaga
etika sendiri dalam dua hal penting:
·
Pertama, penting untuk mengakui bahwa CSA
teragantung pada keterbukaan partisi pandan kejujuran mereka sendiri mengenai
individu-individu. Pendekatan yang benar adalah meletakan opini dan
pertimbangan tindakan individu diluar dan mengeksplorasi akar masalah. Masalah-masalah
utama biasanya berakar dari budaya atau system, bukan dari individu. Aspek
·
kedua yang
harus dipahami fasilitator adalah mereka juga manusia dan bisa berbuat salah sehingga perlu
mengelola potensi konflik kepentingan yang ada.
Hubungan antara CSA dan Kegiatan Audit Internal yang lain
Kegiatan audit konvensional, CSA memiliki lingkup
yang luas, dalam mengumpulkan informasi material secara tepat dan interaktif,
dan menghabiskan sedikit waktu untuk verifikasi dan pelaporan. Dari sudut pandang
manajer audit, CSA merupakan metode penentuan risiko yang cepat dan biasanya
andal di tingkat makro tetapi tidak seperti beberapa alat audit, CSA tidak
dirancang untuk penyelidikan lebih
dalam. Bila CSA dilakukan secara berkesinambungan diorganisasi maka CSA
merupakan alat ideal untuk mengidentifikasi risiko dan bidang-bidang bernilai
tinggi yang akan bermanfaat untuk dilakukan
audit. Partisipan rapat kerja biasanya pandai dalam mengidentifikasi
bidang-bidang masalah utama. Jika masalah bersifat jelas dan organisasi
bergerak cepat untuk membahasnya, mungkin tidak perlu dilakukan audit, karena
tindakan pendeteksian, penerimaan dan perbaikan telah dilakukan. Tetapi, bila
masalah terlihat besar namun tidak teridefinisikan dengan baik, atau masalah
bersifat sensitif sehingga harus digali lebih dalam, atau jika tidak dianggap
serius, maka sebaiknya digunakan audit
Kualitas yang Dibutuhkan Untuk Tim Fasilitator CSA
Kualitas pribadi tetap menjadi
hal utama bagi fasilitator CSA. Kejujuran, empati dan mengahargai orang lain
jauh lebih penting dari pada teknik-teknik. Berikut kualitas fasilitator :
Fasilitator juga tidak boleh mempunyai agenda tersembunyi dalam rapat kerja
agar tidak kacau. Kepercayaan dihasilkan secara perlahan, melalui keterbukaan komunikasi
dan ditunjukkannya sikap yang baik. Fasilitator harus memiliki sikap menghargai
orang lain, memiliki keahlian interpersonal, rasa ingin tahu, pendengar yang
baik dan terdorong untuk memberikan nilai. Fasiliator berpengetahuan mendalam
tentang konrol sistemik, skeptimisme
yang sehat, keahlian dalam pemberian fasilitas,
kemampuan organisasional, ahli software dan hardware yang digunakan dalam rapat
kerja atau dalam proses pelaporan. Fasilitator emiliki keahlian analitis dan pembelajaran
yang baik dan cepat digunakan untuk
memahami apa yang telah dikemukakan dan membuat sebuah kesimpulan yang
bermanfaat bagi organisasi.
Kesulitan-Kesulitan
Control Self-Assessment CSA bersifat sederhana sekaligus kompleks. karena
CSA melibatkan manusia yang selalu bersifat dinamis. Beberapa kesulitan yang umum
terjadi dalam CSA adalah :
·
Pertama terlalu banyak rapat kerja dan kurang
memadainya analisis merupakan kesalahan yang biasa terjadi, khususnya bila tim
audit baru pertama kali menerapkan CSA. memberikan arus informasi yang banyak,
tetapi tidak mengalokasikan waktu untuk menelaah hasilnya, belajar dari hasil tersebut, memperbaiki cara bertanya, dan
mengomunikasikannya kembali ke organisasi, mereka jelas telah gagal mencapai
nilai yang potensial.
·
Kedua tidak menepati janji atau terlalu banyak
membaut janji adalah kesalahan lainnya. misalnya mereka biasa berjanji untuk mengomunikasikan
masalah-masalah kemanajemen senior tetapi bukan tindakan itu yang akan diambil
oleh manajemen senior, kecuali komitmen perusahaan telah didapatkan. Setiap rapat
kerja menghasilkan sekumpulan harapan dan janji; jika tidak ada tindak
lanjutnya maka akan terjadi penurunan moral dan kepercayaan.
·
Ketiga tidak sensitif terhadap kebutuhan dan
kekhawatiran partisipan juga merupakan kesalahan yang biasa terjadi pada
fasilitator yunior. Saat bekerja dengan setiap kelompok maka akan membantu untuk menyadari faktor-faktor social ekonomi.
Tidak setiap orang dalam kelompok akan berada pada puncak kinerja, seseorang
mungkin memiliki masalah-masalah keluarga, atau mengalami kesulitan
keuangan dan masalah pelecehan yang parah atau krisis separuh baya.
·
Keempat kuesioner, dengan beberapa pengecualian bukan termasuk
self-assessment. Banyak organisasi menggunakan kuesioner yang bagus untuk mensurvei
karyawan tetapi penilaian dilakukan oleh pihak ketiga yang menginterpretasikan
data tersebut. Bagi responden, tidakada rasa memiliki, tidak ada komitmen
pribadi untuk membuat perubahan, tidak ada kerjasama menghadapi kesulitan.
·
Kelima terlalu
dalam masuk ke dalam masalah tanpa tahu
caranya berenang mungkin merupakan pendekatan yang beralasan dalam bidang yang
sama sekali baru. Inilah yang dilakukan Gulf sebagai pionir –upaya pertama
dilakukan tahun 1987. Kita sekarang tahu lebih banyak tentang CSA dan informasi
ini tersedia melalui beberapa pelatihan yang bagus, Pusat CSA di IIA, dan
literatur yang terus berkembang meskipun masih belum sempurna. Sebagai auditor
professional kita punya tanggung jawab untuk belajar sebanyak mungkin sebelum
menawarkan jasa ke organisasi

Comments
Post a Comment