INTERNAL AUDIT - BAB 9
KERTAS KERJA
pengertian kertas kerja
Kertas kerja adalah suatu dokumen
yang berisi catatan informasi yang diperoleh dan analisis yang dilakukan selama
proses audit, disiapkan sejak awal penugasan sampai selesainya audit. Kertas
kerja berisi dokumentasi atas langkah-langkah berikut ini dalam proses audit :
·
Rencana audit, termasuk program audit
·
Pemeriksaan dan evaluasi kecukupan dan
efektivitas sistem kontrol internal.
·
Prosedur-prosedur audit yang dilakukan,
informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai.
·
Penelaahan kertas kerja oleh penyelia.
·
Laporan audit.
·
Tindak lanjut dari tindakan perbaikan.
FUNGSI KERTAS KERJA
·
Kertas kerja yang tersusun dengan baik dapat
mendukung laporan audit.
·
Untuk menyimpan informasi yang diperoleh melalui
tanya jawab.
·
Untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan
temuan-temuan audit.
·
Untuk mendukung pembahasan dengan karyawan
operasi.
·
Untuk menjadi dasar penyelia dalam menelaah
kemajuan dan penyelesaian audit.
·
Untuk memberi dukungan dan bukti untuk
masalah-masalah yang melibatkan kecurangan, tuntutan hukum, dan klaim asuransi.
·
Untuk menjadi sarana bagi auditor eksternal
dalam mengevaluasi pekerjaan audit internal dan kemudian menggunakannya dalam
penilaian mereka sendiri atas sistem kontrol internal organisasi.
·
Untuk menjadi latar belakang dan data referensi
untuk penelaahan selanjutnya.
·
Untuk membantu memfasilitasi penelaahan rekan
sejawat (peer review).
·
Menjadi bagian dokumentasi yang disyaratkan oleh
U.S Foreign Corrrupt Practice Act.
Hal-hal yang harus
dipertimbangkan dalam menyusun kertas kerja antara lain :
·
Pendokumentasian, termasuk penyusunan kertas
kerja
·
Ringkasan, termasuk catatan temuan audit
·
Pemberian indeks dan referensi silang
·
Kertas kerja pro forma
·
Penelaahan kertas kerja yang ideal
·
Penulisan kertas kerja sealan dengan kemajuan
audit
·
Penyimpanan kertas kerja
DOKUMENTASI
Kertas kerja harus memiliki
format yang konsisten, sehingga dapat membantu auditor dalam setiap
penugasannya. Secara umum, auditor internal harus mengupayakan kertas kerja
yang rapi, seragam, dapat dipahami, relevan, ekonomis, lengkap secara wajar,
sederhana, dan disusun secara logis. Hal-hal yang bisa dicakup dalam kertas
kerja antara lain :
·
Perencanaan dokumen dan program audit
·
Kuesioner induk, bagan alir, daftar pemeriksaan,
dan lain-lain
·
Catatan wawancara
·
Bagan organisasi, pernyataan kebijakan dan
prosedur, serta deskripsi kerja
·
Salinan kontrak-kontrak dan perjanjian penting
·
Surat konfirmasi dan representasi
·
Foto, diagrma, dan tampilan grafis lainnya
·
Uji dan analisis transaksi
·
Hasil-hasil prosedur penelaahan analitis
·
Laporan audit dan jawaban manajemen
·
Korespondensi audit yang relevan
RINGKASAN KERTAS KERJA
Ringkasan kertas kerja dibutuhkan
oelh auditor untuk memberikan pandangan menyeluruh yang objektif, menghubungkan
kelompok kertas kerja yang terkait dengan satu hal tertentu, memfasilitasi
penelaahan atas bagian-bagian penugasan tertentu. Berikut ini beberapa bentuk ringkasan yang dapat
memberi manfaat :
·
Setiap segmen audit harus diringkas dalam bentuk
narasi untuk menunjukkan subjek audit, tujuan, lingkup, temuan, kesimpulan, dan
rekomendasi auditor, serta tindakan perbaikan yang dilakukan. Ringkasan harus
memiliki referensi ke dokumen pendukungnya.
·
Ringkasan statistik, digunakan untuk
mengumpulkan data yang tersebar pada skedul pengujian. Memudahkan penelaahan ke
masing-masing pengujian.
·
Ringkasan rapat, untuk merangkum semua
pembahasan yang dilakukan dengan klien.
·
Ringkasan program audit dapat membantu auditor
untuk mengetahui apa yang sudah dan belum dilakukan, mutu kontrol operasi dan kinerja,
mengontrol audit.
·
Ringkasan temuan, berisi fakta-fakta yang
relevan dan signifikan tentang temuan auditor.
pemberian indeks dan referensi silang
Pemberian indeks bertujuan untuk
menyederhanakan penelaahan kertas kerja oleh penyelia, memudahkan auditor
berikutnya yang menggunakan kertas kerja untuk penelaahan tindak lanjut,
menyederhanakan penelaahan berikutnya atas kertas kerja, meningkatkan hasil
akhir yaitu laporan audit internal.
Sistem pemberian indeks sebaiknya
sederhana dan fleksibel, jenis penelaahan yang berbeda akan membutuhkan pola
pemberian indeks yang berbeda. Referensi silang digunakan untuk menunjukkan
dari mana dokumen tersebut berasal. Referensi silang harus menunjukkan sumber
informasi jika diambil dari kertas kerja lain maka harus digunakan warna yang
berbeda. Hal ini tentu memakan waktu, namun memudahkan auditor pada saat
analisis akhir atau vverifikasi.
kertas kerja pro forma
Anggaran dan skedul seringkali
digabungkan karena auditor ingin menghemat penyajian kertas kerja. Menyadari
masalah ini beberapa organisasi audit telah membuat aturan kertas kerja yang
memuat informasi stnadar mengenai hal-hal apa saja yang dicakup dalam audit.
Selain itu dibuat pula format
program audit yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama memberikan ruang
untuk tujuan audit, bagian kedua menunjukkan langkah-langkah yang diperlukan
untuk mencapai tujuan. Lembar kerja audit berisi tiga set komentar naratif.
Ketiganya diberi judul : tujuan kerja, pekerjaan yang telah dilakukan, dan
kesimpulan auditor.
Lembar pro forma terpisah
digunakan untuk wawancara, judul setiap lembar berisi mengenai informasi
orang-orang yang di wawancarai seperti nama, jabatan, dan fungsi. Juga berisi loaksi, tanggal, serta waktu
mulai dna berakhirnya wawancara.
otomatisasi kertas kerja – bank nasional
Karakteristik aplikasi dalam
kertas kerja :
·
Refleksi informasi, memungkinkan auditor
memiliki salinan basis data dan kertas kerja yang diperbarui tanpa haris
kembali ke kantor.
·
Standardisasi, kertas kerja diformat terlebih
dahulu dan kertas kerja administratif diatur terlebih dahulu.
·
Kenyamanan, menghilangkan kebutuhan mencari
kertas kerja secara manual menggunakan penyaring Lotus Notes.
·
Referensi dokumen, penghubung elektronik yang
secara otomatis membawa auditor dari satu kertas kerja ke kertas kerja dokumen
lainnya dan kembali lagi.
·
Tampilan, memungkinkan auditor dan penyelia
melihat keseluruhan audit pada suatu waktu dengan memberikan tampilan basis
data dokumen, kertas kerja tahun ini, kertas kerja permanen, dan format temuan.
·
Memungkinkan digunakannnya media non elektronik
menjadi kertas kerja otomatis melalui alat pembaca optik.
·
Komunikasi, surat elektronik Note bisa terhubung
dengan PC, LAN, dan sistem surat elektronik lainnya.
·
Menjadi alat kontrol, kertas kerja disimpan pada
satua tau lebih wadah penyimpan untuk backup.
·
Integrasi aplikasi, lingkungan kertas kerja
otomatis tidak berarti menghilangkan atau memodifikasi tampilan yang sudah ada.
·
Pengamanan hak akses, hanya orang-orang tertentu
saja yang bisa membaca dan melakukan perubahan atas suatu kertas kerja.
Selebihnya hanya bisa membaca kertas kerja saja tanpa memiliki otoritas untuk
mengubahnya.
kertas kerja elektronik
Penggunaan kertas kerja
elektronik membantu mengurangi kompleksitas dan meningkatkan fleksibilitas
pendokumentasian. Kertas kerja yang dihasilkan sistem memungkinkan kapasitas
yang lebih besar untuk menelaah dan mengubah rancangan, pengembangan yang lebih
cepat saat digunakan dengan perangkat teknik audit berbantuan komputer dan
rekayasa sistem berbantuan komputer.
Dengan kertas kerja elektronik
bahan-bahan bisa langsung di input ke dalam komputer, dalam hal-hal terttentu
materi tersebut bisa dipindahkan dari catatan klien ke kertas kerja.
Halaman-halaman kertas kerja bisa secara otomatis diberi judul oleh program
komputer dan program audit tersebut dapat siperbarui dan diberi referensi
silang oleh auditor seiring kemajuan pekerjaan.
Akses ke kertas kerja di kontrol
melalui passord, sehingga hanya pihak-pihak yang memiliki otoritas saja yang
bisa membca dan mengubah isi kertas kerja. Hal ini tentu dapat mengurangi adanya pencurian data audit oleh pihak-pihak
yang tidak berkepentingan.
penelaahan kertas kerja oleh penyelia
Kontrol kerja terbaik adalah
pengawasan oleh penyelia yang memiliki pengetahuan lebih. Penelaahan ini harus
dibuktikan pada setiap kertas kerja menggunakan nama atau inisial penyelia dan
tanggal penelaahan. Saat penyelia menelaah kertas kerja, yang harus dipastikan
adalah :
·
Program audit diikuti dan instruksi-instruksi
khusus bagi auditor telah diikuti
·
Kertas kerja tersebut akurat dan dapat
diandalkan dan memang mendukung temuan-temuan audit.
·
Kesimpulan yang dicapai memang wajar, valid dan
logis.
·
Tidak ada langkah-langkah yang belum diperiksa
·
Penelaahan dengan klien telah dilakukan dan dengan
memadai telah dicatat dab bahwa perselisihan telah diselesaikan.
·
Aturan-aturan departemen audit pada kertas kerja
telah diikuti.
LAPORAN
·
Temuan-temuan yang dilaporkan telah diberi
referensi silang dengan memadai ke dokumen pendukung.
·
Bukti yang tersedia mendukung terlaksananya
audit dengan lingkup penuh.
RENCANA
·
Program audit yang memadai telah dibuat
·
Rencana pra audit telah di dokumentasikan
·
Penghilangan langkah-langkah yang diperlukan
dalam program audit telah dijelaskan dengan memadai.
·
Waktu audit yang diestimasi dan yang sebenarnya
telah di dokumentasikan dengan memadai.
UMUM
·
Bagan alir telah disiapkan
·
Rencana pengambilan dampel telah di
dokumentasikan dengan memadai dan informatif
·
Bahan referensi disimpan untuk tujuan
konstruktif
·
Temuan audit sebelumnya telah diinvestigasi
·
Pertemuan setelah audit telah di dokumentasikan
·
Data administratif telah diselesaikan
PEKERJAAN LAPANGAN
·
Setiap bagian kertas kerja diringkas setelah
pekerjaan dilakukan dan temuan-temuan disusun.
·
Ringkasan dirujuk silang ke bahan-bahan
pendukung yang sesuai.
·
Tujuan, lingkup dan sifat pekerjaan ditentukan
dengan tepat.
·
Kesimpulan auditor diberikan
SUPERVISI
·
Semua pertanyaan telah dijawab
·
Mutu pekerjaan dinilai.

Comments
Post a Comment