INTERNAL AUDIT - BAB 5
PROGRAM AUDIT
PENDAHULUAN
TUJUAN
Program
audit internal merupakan pedoman bagi auditor dan merupakan kesatuan dengan
supervisi audit. Langkah-langkah audit dirancang untuk: mengumpulkan bahan
bukti audit dan memungkinkan auditor internal mengemukakan pendapat mengenai
efisiensi, keekonomian, dan efektivitas aktivitas yang akan diperiksa.
MANFAAT
Program
audit yang disusun dengan baik dapat memberikan banyak manfaat, yaitu :
·
Memberikan
rencana sistematis untuk setiap tahap pekerjaan audit, yang merupakan suatu
rencana yang dapat dikomunikasikan baik kepada supervisor audit meupun kepada
staf audit
·
Menjadi
dasar penugasan audit
·
Menjadi
sarana pengawasan, dan evvaluasi kemajuan pekerjaan audit karena memuat waktu
audit yang dianggarkan
·
Memungkinkan
supervisor audit dan manajer membandingkan apa yang dikerjakan dengan apa yang
direncanakan.
·
Membantu
melatih staf-staf yang belum berpengalaman dalam tahap-tahap pelaksanaan audit
·
Memberi
ringkasan catatan pekerjaan yang dilakukan
·
Membantu
auditor pada audit selanjutnya
·
Mengurangi
waktu supervvisi langsung yang dibutuhkan
·
Menjadi
titik awal bagi penilai fungsi audit internal untuk mengevaluasi upaya audit
yang telah dilakukan.

Program
audit sebaiknya disiapkan segera setalah survei pendahuluan selesai dilakukan.
TANGGUNG
JAWAB AUDIT
Dalam
merencanakan program audit, dokumentasi yang ada harus mencakup :
·
Penetapan
tujuan audit dan lingkup pekerjaan
·
Perolehan
latar belakang informasi tentang aktivvitas yang akan diaudit
·
Pennetuan
sumber daya yang diperlukan untuk melakukan audit
·
Komunikasi
dengan orang-orang yang perlu mengetahui audit yang akan dilakukan
·
Pelaksanaan,
jika layak, survei lapangan untuk mengenal lebih dekat aktivitas dan kontrol
yang akan diaudit, untuk mengidentifikasi hal-hal yang akan ditekankan dalam
audit, untuk mengundang komentar dan saran dari klien.
·
Penulisan
program audit
·
Penentuan
bagaimana, kapan, dan kepada siapa hasil audit akan dikomunikasikan
·
Perolehan
pengesahan rencana kerja audit
|
STANDAR
AUDIT 2201
|
PRACTICE
ADVISORY 2200-1
|
|
·
Tujuan
aktiitas yang sedang diperiksa dan sarana yang dimiliki aktivvitas tersebut
untuk mengontrol kinerjanya.
·
Risiko-risiko
signifikan terhadap aktivitas, tujuan, sumber daya, dan operasi serta sarana
untuk mempertahankan dampak potensial risiko pada tingkat yang dapat
diterima.
·
Kecukupan
dan efektivitas manajemen risiko dan sistem kontrol yang dimiliki aktivitas
dibandingkan kerangka atau model kontrol yang relevan.
·
Peluang
untuk melakukan perbaikan signifikan terhadap manajemen risiko dan sistem
kontrol aktivitas.
·
Peluang
untuk melakukan perbaikan signifikan terhadap manajemen risiko dan sistem
kontrol aktivitas.
|
·
Mendokumentasikan prosedur-prosedur
yang dijalankan auditor.
·
Menyatakan tujuan penugasan.
·
Menetapkan lingkup dan tingkat
pengujian yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penugasan
·
Mengidentifikasi aspek-aspek teknis,
risiko, proses, dan transaksi yang harus diperiksa.
·
Menyatakan sifat dan luas pengujian
yang dibbutuhkan.
·
Disiapkan sebelum pelaksanaan
penugasan dan dimodifikasi, jika layak, selama penugasan.
|
LINGKUP
AUDIT
Program audit
menunjukkan lingkup pekerjaan audit. Program tersebut harus memperjelas hal-hal
apa saja yang tercakup dan yang tidak tercakup di dalam audit. Tujuan utama
dari sistem kontrol internal adalah untuk memastikan :
·
Keandalan
dan integritas informasi
·
Ketaatan
dan kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan regulasi
·
Pengamannan
aktivva
·
Penggunaan
sumber daya yang ekonomis dan efisien
TUJUAN
DAN PROSEDUR
Tujuan adalah
sesuatu yang ingin dicapai, sedangkan prosedur adalah cara-cara tertentu yang
dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
TUJUAN
DAN PROSEDUR OPERASI
Tujuan
operasi adalah akhir yang akan dicapai oleh manajer operasi dan
karyawan-karyawannya. Auditor internal tidak mampu mengevaluasi sebuah operasi
jika mereka tidak sepenuhnya memahami hal yang diharapkan untuk dicapai dari
operasi tersebut. Oleh karena itu program audit harus mengidentifikasi tujuan
operasi yang pencapaiannya akan di evaluasi oleh auditor.
TUJUAN
DAN PROSEDUR AUDIT
Tujuan
audit dapat bersifat umum dan juga khusus. Tujuan umum audit diupayakan
tercapai dalam penugasan dan dituntun oleh lingkup audit yang diberikan
manajemen dan dewan komisaris ke kepala bagian audit.
Tujuan
khusus audit terkait dengan tujuan operasi. Prosedur-prosedur audit adalah
teknik-teknik yang diterapkan auditor untuk meentukan apakah tujuan operasi
telah dicapai.
Menyiapkan
Program Audit
·
Latar
belakang informasi
Latar
belakang informasi yang diperoleh selama survey pendahuluan akan membantu
mengarahkan cakupan audit yang akan direncanakan. Dengan operasi yang demikian
luas tidak memungkinkan auditor menghabiskan waktu untuk memeriksa setiap
aktivitas. Program yang efektif dan ekonomis memfokuskan pada hal-hal penting,
auditor internal tidak bisa dibebankan tanggung jawab untuk mencegah
kecurangan, pelanggaran atau kesalahan. Hal ini merupakan tanggung jawab
manajemen. Auditor internal bertanggung jawab untuk mengidentifikasi
masalah-masalah yang memungkinkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
·
Pembelian
Tujuan
manajemen operasi yang umum adalah mendapatkan barang atau jasa yang tepat :
dengan harga yang tepat, dengan waktu yang tepat, dengan kuantitas yang tepat,
dengan kualitas yang tepat, dan dari pemasok yang tepat. Dalam setiap audit
operasi, auditor internal harus memiliki lebih dari enam tujuan operasi yang
diterapkan dalam fungsi pembelian untuk memastikan bahwa aktivitas dan
departemen dikelola dengan baik. Risiko-risiko administrasi yang ditentukan
dalam pendahuluan adalah :
§ Bagan organisasi departemen pembelian
tidak disiapkan
§ Kurangnya arahan yang mencangkup
wewenang dan tanggung jawab departemen pembelian
§ Kurangnya petunjuk operasi departemen
pembelian
§ Tidak ada prosedur yang mengatur wewenang
untuk menandatangani penerimaan barang
dan jas
·
Pemasaran
Beberapa
tujuan penting organisasi pemasaran adalah menentukan potensi pasar untuk
barang dan jasa organisasi (riset pasar), menyebarkan informasi, mengembangkan
perilaku yang ramah pelanggan, dan mendorong tindakan yang bermanfaat bagi
organisasi (periklanan), dan mendorong distributor memberikan perhatian lebih
ke penjualan produk organisasi dan membujuk pelanggan membeli produk tersebut
(promosi penjualan).
·
Audit
yang Komprehensif
Audit
pertama kali akan menyiapkan operasi untuk semua aktivitas baik yang beresiko
tinggi atau tidak atau auditor ingin mendokumentasikan keseluruhan sistem untuk
menentukan kesesuaianya dengan kontrol akuntansi internal dari U.S. Forensign
Corrupt Practices Act 1977 atau aturan lain yang ditetapkan.
·
Program
Proforma
Program
proforma sangat penting dan berguna jika audit akan dilaksanakan oleh auditor
yang kurang berpengalaman yang pekerjaannya harus diawasi. Program tersebut
juga bermanfaat jika:
§
Jenis
audit yang sama akan dilakukan disejumlah lokasi yang berbeda
§
Informasi
yang bisa dibandingkan diperlukan untuk setiap lokasi.
§
Laporan
serupa atau laporan konsolidasi akan dikeluarkan
§
Operasi
yang diaudit relatif serupa.
·
Ambiguitas
Informasi
yang tepat akan menghasilkan informasi audit yang tepat. Dalam menyusun program
audit harus dihindari sifat ambiguitas yaitu timbulnya respon yang berbeda dari
auditor berbeda. Untuk menghindarinya maka program audit harus berisi
langkah-langkah khusus sehingga auditor akan langsung memahami langkah-langkah
program tanpa membutuhkan instruksi lanjutan. Ambiguitas akan berkurang bila
aktivitas audit internal menerapkan makna seragam untuk berbagai istilah yang
digunakan dalam program audit. Misal : menganalisa, mengecek, mengonfirmasi,
mengevaluasi, memerikas, menginspeksi, menginvestigasi, menelaah, memeriksa
cepat, membuktikan, menguji, memferivikasi.
·
Hubungan
program dengan laporan audit akhir
Laporan
audit akhir bisa mulai dipikirkan sejak tahap penyusunan program audit.
Beberapa malah membuat kerangka laporan standar dalam bentuk ringkas untuk
menunjukkan hal-hal yang akan dicakup dalam laporan akhir. Beberapa auditor
internal merasa efisien bila bagian-bagian ditulis sesuai kemajuan audit. Dalam
penugasan audit berskala besar laporan kemajuan memberikan informasi bagi klien
dan membuat penyusunan laporan audit akhir lebih mudah.
·
Mekanisme
Program
Program
audit harus mencakup estimasi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setiap
segmen audit. Estimasi ini merupakan estimasi awal, tetapi membantu penanggung
jawab audit dan supervisor audit mengontrol dan menelaah kemajuan kerja.
Estimasi juga membantu menentukan berapa staf yang harus ditugaskan untuk audit
guna menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang wajar. Dalam praktiknya, audit
terus berkembang sejak program awal. Program audit seharusnya diperbaharui
sesuai kemajuan audit. Setiap perubahan signifikan harus ditulis beserta
alasannya dan perubahannya harus disetujui pada tingkat wewenang yang
menyetujui program awal. Program audit harus mendokumentasikan kemajuan
pekerjaan audit. Setiap langkah audit yang direncanakan harus memiliki
referensi kertas kerja agar terlihat mana pekerjaan yang sudah dan belum
dikerjakan. Hal ini juga membantu auditor menghindari tidak dilakukannya langkah-langkah
tertentu secara tidak sengaja. Jila suatu prosedur dihilangkan, alasannya harus
diberikan.
·
Pedoman
Menyiapkan Program Audit
Pedoman
penyiapan program audit akan mempertimbangkan hasil-hasil dari langkah-langkah
yang dilakukan selama survey sebagai berikut :
|
Pedoman
|
Alasan
|
|
·
Telaah
laporan, program audit dan kertaskerja, serta dokumen-dokumen lainnyadari
audit terdahulu, dan buat daftar masalah-masalah yang membutuhkantindakan
perbaikan
·
Lakukan
survei pendahulu
·
Telaah
kebijakan dan prosedur fungsi yang diaudit, manual operasinya, bagan
orginisasi, bagan wewenang, tujuan dan sasaran jangka panjang dan jangka
pendek
·
Telaah
literatur terbaru dibidang audit internal tentang masalah yang diaudit
·
Siapkan
bagan alir operasi-operasi kunci dari fungsi yang diaudit
·
Telaah
standar kinerja yang telah ditetapkan oleh manajemen, dan jika mungkin
bandingkan dengan standar industri
·
Tanya jawab dengan klien dan diskusikan
lingkup audit dan tujuan yang ingin dicapai auditor
·
Siapkan
anggaran yang merinci sumber daya yang dibutuhkanuntuk menyelesaikan
penugasan audit
·
Wawancara
dengan karyawan kunci yang memiliki keterkaitan dengan fungsi audit
·
Data
semua risiko material yang harus dipertimbangkan
·
Untuk
setiap risiko yang diidentifikasi, tentukan kontrol yang diterapkan dan
apakah sudah mencukupi
·
Tentukan
subtansi masalah-maslah utama dan peluang-peluang yang ada.
|
·
Untuk
mendapatkan latar belakang yang menentukan apakah hasi;-jasil penelahan
sebelumnya untuk memutuskan lingkup audit sekarang dengan lebih baik
·
Untuk
mmenentukan tujuan aktivitas yang akan diperiksa, risiko-risiko aktual atau
potensial, dan sistem kontrol yang ada
·
Untuk
menentukan hal bias yang diukur dan dinilai, dan apakah fungsi tersebut
beroperasi sesuai keinginan manajeman
·
Untuk
mendapatkan informasi terbaru tentang teknik-teknik audit untuk aktifitas
yang diperiksa
·
Untuk
mengidentifikasi kelemahan kontrol dan mendapatkan analisis visual aliran
transaksi
·
Untuk
memperoleh tolak ukur dalam mengukur dan mengevaluasi efisiensi dan
efektifitas operasi dan menentukan pencapaian terhadap standar yang wajar
·
Untuk
mendapatkan kesepakatan dari klaien dan untuk menghindari salah paham
mengenai tujuan dan lingkup audit
·
Untuk
membuat estimasi jumlah auditor dan waktu yang dibutuhkan guna memastikan
efisiensi proses audit
·
Untuk
mememahami operasi dan efisiensi serta efektifitas operasi dan
mengidentifikasi masalah-masalah dalam kerja sama dan koordinasi
·
Untuk
memastikan bahwa masalah-masalah rawan telah diketahui dan mendapatkan
perhatian layak
·
Untuk
mengetahui apakah kontrol yang ada bisa mengurangi atau menghilangkan
risiko-risiko yang diidentifikasi
·
Untuk
mengidentifikasi kesulitan-kesulitan utama dan menetukan penyebab serta
perbaikan yang mungkin dilakukan
|
·
Kriteria-kriteria Program Audit Program audit
sebaiknya
mengikuti kriteria tertentu untuk mencapai tujuan departemen audit internal.
Misalnya :
·
Tujuan
operasi yang diperiksa harus dinyatakan dengan jelas dan disetujui klien.
·
Program
harus sesuai dengan penugasan audit kecuali bila ada alasan yang mengharuskan
sebaliknya.
·
Setiap
langkah kerja yang diprogramkan harus memiliki alasan, yaitu operasi dan
kontrol yang akan diuji.
·
Langkah-langkah
kerja harus mencakup instruksi-instruksi positif, tidak dinyatakan dalam bentuk
pertanyaan. Pernyataan umum, yang membutuhkan jawaban ya atau tidak, tidak
menghasilkan audit yang efektif. Sebagai langkah praktis, auditor berpengalaman
akan mencatat pertanyaan seperti ini untuk memasitkan bahwa mereka sudah
memerhatikan aspek-aspek operasi yang penting. Namun langkah-langkah kerja yang
akan menuntun pada opini yang objektif dan tidak bias sebaiknya dalam bentuk kalimat
positif.
·
Program
audit harus menunjukkan prioritas relatif dari langkah-langkah kerja. Bagian
yang lebih penting dalam program audit akan diselesaikan dalam waktu dan batas
lain yang ditentukan.
·
Program
audit sebaiknya bersifat fleksibel dan memungkinkan munculnya inisiatif dan
pertimbangan yang wajar untuk menyimpang dari prosedur yang sudah ditetapkan
atau untuk memperluas cakupan kerja. Tetapi supervisor audit harus
diinformasikan segera.
·
Program
audit jangan dipisahkan dengan bahan-bahan dari sumber yang tersedia bagi staf.
Beri rujukan bila memungkinkan.
·
Informasi
yang tidak perlu harus dihindari. Masukkan hal-hal yang diperlukan saja untuk
melakukan audit. Rincian yang berlebihan akan menghabiskan waktu orang yang
menyusun program dan yang membacanya.
·
Program
audit harus memuat bukti persetujuan supervisor sebelum dilakukan.Perubahan
signifikan juga harus disetujui terlebih dahulu.
·
Jika
menejemen klien meminta auditor melakukan pengujian tertentu, hal ini harus
tercakup dalam program audit jika dimungkinkan dalam anggaran audit(anggaran
harus dimodifikasi bila perlu)

Comments
Post a Comment