INTERNAL AUDIT - BAB 7
PENERAPAN TEKNIK-TEKNIK AUDIT
TEKNIK AUDIT
Teknik-teknik
audit seperti melakukan pengamatan, mengajukan pertanyaan, menganalisis,
melakukan verifikasi, menginvestigasi dan mengevaluasi diterapkan pada berbagai
kondisi. Teknik-teknik tersebut dapat digunakan terpisah maupun bersamaan atau
gabungan. Kebanyakan penugasan audit akan dilakukan dalam satu dari empat
bentuk, yaitu : audit fungsional, audit organisasional, studi manajemen, serta
audit atas program.
AUDIT FUNGSIONAL
Audit
fungsional adalah audit yang mengikuti proses dari awal hingga akhir serta
melintasi lini organisasi. Audit ini cenderung menitikberatkan pada operasi dan
proses dibandingkan pada administrasi dan personel yang ada di dalam
organisasi. Audit fungsional memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibanding
jenis audit lainnya, hal ini dikarenakan audit fungsional mencakup semua aspek
yang ada di perusahaan. Adapun manfaat audit fungsional bagi manajemen adalah :
berbagai pandangan bisa diidentifikasi, kemcetan bisa ditemukan, tujuan-tujuan
yang berbeda bisa direkonsiliasi, duplikasi dapat diketahui, serta
akuntabilitas dapat didefinisikan.
Dalam
melaksanakan fungsinya sebagai auditor internal, auditor harus bertindak
sebagai pihak yang generalis dan bukan spesialis, sehingga diharapkan auditor
mampu menghadapi berbagai lini organisasi. Oleh karena itu manajemen senior
mengharapkan auditor, dalam semua penugasannya, memiliki karakteristik :
·
Menguasai teknik-teknik audit internal.
·
Mampu menetapkab sumber-sumber informasi
faktual.
·
Memiliki kapasitas untuk secara mendalam
menganalisis informasi yang diterima.
·
Memiliki kemampuan untuk membuat rekomendasi
berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
·
Memiliki
sifat bersungguh-sungguh, penuh integritas, dan rendah hati dalam melakukan
semua penugasan audit.
AUDIT ORGANISASIONAL
Dalam audit organisasional yang
diperhatikan tidak hanya aktivvitas dalam organisasi saja, tetapi juga kontrol
administratif yang digunakan untuk memastikan bahwa aktivvitas tersebut
berjalan dengan lancar. Dalam melaksanakan audit organisasional, maka auditor
harus memastikan bahwa prinsip kontrol manajemen sudah diterapkan.
Hal-hal yang harus dipahami
auditor internal dalam melakukan audit organisasional adalah :
·
Mengetahui gambaran yang lengkap mengenai
perusahaan misalnya struktur organisasi, untuk mengetahui alur kewenangan di
dalam perusahaan.
·
Mengetahui prinsip-prinsip perencanaan, yaitu
harus mengetahui tentang penetapan tujuan, prosedur, kebijakan, pengevalluasian
rencana, dan lain-lain.
·
Mengetahui prinsip-prinsip pengarahan, yaitu
kepemimpinan, motivvasi, dan komunikasi.
·
Menelaah produktivitas, yaitu efisiensi dan
efektivitas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada manajer. Untuk
menilai produktivitas, maka auditor internal harus mempelajari tujuan dari
produktivitas organisasi. Caranya yaitu dengan :
o
Mengidentifikasi tujuan produktivitas
o
Menetapkan tujuan atau sasaran-sasaran
kkuantitatif untuk dapt mengukur produktivitas secara objektif.
o
Merancang pengukuran yang sesuai dan memutuskan
informasi yang dibutuhkan.
STUDI DAN KONSULTASI MANAJEMEN
Audit fungsional dan organisasional membentuk kerangka kerja
program audit jangka panjang. Setiap
jenis audit umumnya akan diulang pada jangka waktu tertentu. Setiap organisasi
membutuhkan konsultasn luar untuk melakukan studi manajemen, membuat evaluasi,
dan menawarkan rekomendasi untuk memperbaiki masalah organisasi.

Standar Implementasi 2010.C1 menyatakan bahwa :
“Kepala
bagian audit harus mempertimbangkan diterimanya penugasan konsultasi yang diusulkan berdasarkan potensi
yang ada dalam penugasan untuk meningkatkan pengelolaan risiko, menambah nilai, dan meningkatkan potensi organisasi
..”
Setiap bulan manajer audit bisa memberikan laporan kemajuan
ke manajemen eksekutif mengenai status studi tersebut. Laporan tersebut bisa
berisi :
·
Identifikasi studi manajemen yang sedang
dilakukan
·
Ringkassan sejumlah memorandum studi manajemen
yang dikeluarkan dan statusnya
·
Identifikasi masalah-masalah yang lebih penting
·
Diskusi secara umum mengenai pekerjaan
·
Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan studi.
AUDIT ATAS PROGRAM
Program merupakan istilah umum yang mencakup setiap upaya
yang didanai yang seiring dengan aktivitas organisasi yang sedang berlangsung.
Tujuan dari audit atas program ini adalah untuk memberikan informasi kepada
manajemen mengenai biaya, pelaksanaan, hasil-hasil program, serta membuat
evaluasi yang informatif dan objektif.
Pada intinya dalam audit atas program ini ada tiga hal yang
ingin dicapai yaitu :
·
Apa yang dicapai ?
·
Apakah program tersebut berhasil ?
·
Apakah terdapat sistem yang memadai untuk
memastikan keberhasilan di masa mendatang?
Sedangkan dalam sektor publik, auditor internal akan
memperhatikan hal-hal berikut :
·
Keluaran, yaitu mengenai jasa yang diberikan,
produk yang dihasilkan, serta bantuan yang diberikan.
·
Manfaat atau hasil, manfaat mencerminkan dampak
dari keluaran
·
Dampak, adalah efek dari suatu program terhadap
suatu komunitas, masyarakat, atau dunia.
Tujuan, sasaran dan standar harusdiidentifikasi spesifik
dalam penelaahan program. Hal ini akan mudah diidentifikasi apabila :
·
Manajemen, dewan komisaris, atau badan pembuat
undang-undang tidak dengan jelas mendefinisikan tujuannya.
·
Tujuan-tujuan saling tumpang tindih.
·
Orang yang bertanggungjawab untuk mencapai
tujuan, standar, dan sasaran tidak benar-benar memahaminya.
·
Maksud ynag tampak dari manajemen, dewan
komisaris, atau badan pembuat undang-undang tidak diikuti.
·
Tujuan program yang sebenarnya tidak
diidentifikasi atau telah berubah meskipun tujuan yang dinyatakan tetap sama.
AUDIT KONTRAK
Kontrak konstruksi atau operasi seringkali melibatkan uang
dalam jumlah besar, kontrak konstruksi biasanya bukan merupakan bagian dari
bisnis rutin organisasi. Kontrak dapat memberikan jasa atau operasi terprogram.
Kontrak pada umumnya terbagu menjadi tiga yaitu : biaya sekaligus, biaya
tambahan, dan harga per unit.
|
JENIS RISIKO KONTRAK
|
||
|
BIAYA SEKALIGUS
|
BIAYA TAMBAHAN
|
HARGA PER UNIT
|
|
·
Persaingan
yang tidak memadai
·
Perlindungan
asuransi dan utang yang tidak memadai
·
Perubahan
spesifikasi atau harga
·
Otorisasi
atas pekerjaan ekstra dan revvisi pekerjaan
|
·
Biaya-biaya overheada juga ditagih secara
langsung
·
Duplikasi usaha atau biaya kantor pusat dan
kantor cabang
·
Praktik kerja yang tidak bagus
·
Kualitas yang buruk
|
·
Pembayaran berkala yang berlebihan
·
Harga yang tidak berkaitan dengan biaya
·
Catatan lapangan yang ridak akurat
·
Perluasan harga per unit yang tidak akurat.
|
AUDIT TERINTEGRASI
Akhir-akhir ini audit integrasi
dianggap sebagai bagian utama dari fungsi audit internal. Konsep integrasi bisa
meluas dan mencakup aspek-aspek seperti menyediakan audit yang berlaku sebagai
:
·
Audit berkelanjutan atas elemen-elemen neraca
dan operasiional dalam audit kinerja
·
Pelaksanaan audit atas tahap vvarian dari
operasi klien yang biasanya diaudit secara terpisah
·
Sebuah latihan dalam ausit partisipatif dimana
klien membantu perencanaan audit dan berpartisipasi dengan staf dalam
pelaksanaan audit.
·
Sebuah audit yang sebenarnya menggabungkan
berbagai tahap audit internal seperti audit keuangan, kinerja, dan sistem
informasi
Jelasnya tingkat integrasi
tergantung pada :
·
Ukuran staf audir
·
Kompetensi yang dimiliki staf audit
·
Filosofi audit yang dipegang manajemen
organisasi dan organisasi audit
·
Tingkat aktivitas teknologi klien dan organisasi
audit
·
Biaya manfaat dari pengoperasian audit semacam
itu
Konsultan
Konsultan teknis dibutuhkan untuk mengklarifikasi hal-hal teknis atau
yang diketahui orang-orang tertentu saja, mengarahkan pemeriksaan ke
bidang-bidang tertentu, dan melindungi auditor dari informasi yang tidak akurat
atau dari pernyataan sepihak oleh karyawan lini. Tetapi didalam mengambil
keputusan dari pengumpulan bukti, menyusun fakta, dan memeriksa data hanya
auditor yang bertanggung jawab.
Penggunaan
Sumber Daya dari Luar atau dari Mitra
Sebagai bagian dari penggunaan sumber daya dari luar, umumnya dipahami
sebagai pengoperasian audit bila pihak luar melaksanakan bagian dari audit
internal bersama dengan aktivitas audit
organisasi. Penggunaan sumber daya dari luar dan dari mitra merupakan
hal penting dibanyak bidang spesialis. Kepala bagian audit bertanggung jawab
atas kualitas jasa yang diberikan pihak luar. Bantuan dari luar atau dari mitra
harus digunakan dalam proses perencanaan jika diperlukan, serta dalam evaluasi
aktivitas audit. Pengunaan sumber daya dari luar atau dari mitra yang
terstruktur dengan baik dan memiliki keahlian tinggi akan membawa nilai teknis dan kredibilitas bagi
operasi audit internal.
Penelaahan Analitis
Untuk menentukan kewajaran data tertentu. Beberapa metodologi yang
digunakan yaitu:
·
Analisis
Tren yaitu pengujian yang dilakukan dengan membandingkan data sekarang dengan
data sebelumnya untuk memberikan memprediksi data sekrang.
·
Analisis
rasio keuangan, seperti probalitas, solvensi dan efisiensi digunakan untuk menentukan
kewajaran informasi saat ini.
·
Analisis
Regresi digunakan untuk mengetahui hubungan-hubungan variabel tertentu
Pemeliharaan Aktiva Tetap
Dalam menguji kontrol atas aktiva tetap, auditor menganalisis dengan
umur dan manfaat aktiva, biaya ekonomis yang relatif, biaya kemacetan mesin,dan
biaya perawatan hingga perbaikan. Analisis ini mengungkapkan kebijakan
penggantian yang terlalu liberal, biaya
perbaikan yang abnormal, atau pemeliharaan pencegahan yang berlebihan.
Statistik Karyawan
Laporan bisa dianalisis untuk menunjukan berbagai hubungan antara jumlah
karyawan dan tren organisasi lainnya. Laporan untuk cabang yang berbeda bisa
dipelajari untuk menemukan penyimpangan dalam prosedur atau efisiensi
penyebaran karyawan.
Perputaran Persediaan
Analisis tingkat perputaran, termasuk catatan barang-barang tertentu,
bisa mengungkapkan berapa banyak persediaan yang lebih dari setahun. Analisis
tersebut bisa menunjukan kesalahan pembelian yang tersembunyi dalam persediaan
dan tertutup oleh rasio perputaran keseluruhan yang memuaskan. Rasio yang
terlalu rendah juga bisa menunjukan kecurangan dalam pembebanan persediaan.
Biaya-biaya Karyawan dan Perputaran Karyawan
Biaya dan waktu yang
digunakan untuk merekrut karyawan,
tingkat perputaran karyawan per departemen
atau organisasi harus dianalisis dan dibandingkan dengan organisasi
lainnya.
Pengiriman Persediaan
Hal yang penting dianalisis yaitu perhitungan jarak, rata-rata waktu
penggunaan ban mobil (organisasi), perbandingan jumlah tenaga kerja, gudang, galangan
kapal, waktu angkut,dan waktu pengiriman.
Penyimpangan Perlengkapan dan Alat Tulis Kantor
Membandingkan saldo perlengkapan dengan jumlah karyawan pengguna, bila
barang-barang merupakan kebutuhan rumah tangga dan bila kontrol fisik atas
persediaan menunjukan barang-barang yang ingin dimiliki karyawan.
Catatan Bahan Baku
Untuk mendistribusikan biaya bahan baku. Auditor bisa menganalisis
laporan yang menunjukan jumlah permintaan gudang yang diproses. Namun jika
harga rata-rata terlalu rendah, maka tidak membutuhkan aliran kertas untuk
palaporan yang berlebihan.
Telepon dan Komputer
Auditor bisa menentukan dan menganalisis rasio jumlah karyawan terhadap
jumlah telepon dan penggunaan telepon,
sehingga mengahasilkan hasil yang baik dan mengurangi jumlah dan lamanya
penggunaan telepon. Auditor harus berhati-hati dalam melakukan analisis ini,
hal ini bisa jadi signifikan dan bisa menunjukan cara untuk investigasi labih
lanjut dalam menemukan sebab akibat.
Jenis analisis serupa bisa dilakukan menggunakan komputer.
Bukti Hukum
·
Hubungan
Dengan Bukti Audit
Hubungan Bukti hukum dan bukti audit memiliki tujuan yang sama, yaitu
untuk memberikan bukti, untuk mendorong keyakinan tentang kebenaran atau
kesalahan setiap pernyataan atas suatu masalah. Fokus bukti audit dan bukti
hukum berbeda, bukti hukum (legal evidence) sangat mengandalkan pengakuan
lisan, bukti audit (audit evidence)
lebih mengandalkan bukti dokumen. Bukti hukum terdiri dari:
·
Bukti
terbaik bukti primer (best evidence), bukti yang paling alami mengenai
fakta-fakta yang sedang diselidiki.
·
Bukti
sekunder (secondary evidence), berada di bawah bukti primer dan tidak dapat
disamakan keandalannya. Bukti sekunder mencangkup salinan bukti tertulis atau
lisan.
·
Bukti
langsung (direct evidence), membuktikan fakta tanpa harus menggunakan
pernyataan atau rujukan untuk menetapkan suatu bukti.
·
Bukti
tidak langsung (circumstantial evidence), membuktikan fakta sementara atau
sekumpulan faktayang dapat dirujuk seseorang untuk mengetahui keadaan beberapa
fakta primer yang signifikan atas masalah yang sedang dipertimbangkan.
·
Bukti
yang meyakinkan (conclusive evidence), bukti yang tak terbantahkan apapun
bentuknya.
·
Bukti yang
menguatkan (corroborative evidence)
merupakan bukti tambahan dari karakter yang berbeda menyangkut hal yang
sama.
·
Bukti
opini (opinion rule), saksi-saksi harus memberikan kesaksian hanya terhadap
fakta yang ada pada apa yang benar-benar mereka lihat atau dengar, sebaliknya
audior harus menyaring opini dan mengumpulkan serta mengevaluasi fakta-fakta
untuk membuktikan kebenaran atau kesalahannya.
·
Bukti
kabar angin. Aturan bukti kabar
angin memberikan pernyataan yang tidak dapat diterima yang dibuat seseorang selain
saksi ahli, untuk membuktikan kebenaran suatu masalah. Bukti ini berupa bukti
lisan atau tertulis yang dibawa kepengadilan dan menjadi bukti atas pernyataan
yang dikatakan dipengadilan, jadi bahan bukti inimerupakan bukti angina
(hearsay evidence).
Bukti Audit
·
Sifat
Bukti Audit
Bukti audit adalah informasi yang diperoleh
auditor internal melalui pengamatan suatukondisi, wawancara, dan
pemeriksaan catatan. Bukti audit terdiri dari:
·
Bukti
fisik bukti yang diperoleh dengan mengamati orang, properti, dan kejadian.
·
Bukti
pengakuan berbentuk surat atau pernyataan sebagai jawaban ataspertanyaan
·
Bukti
dokumen merupakan bentuk bukti audit yng paling biasa, terdiri dari dokumen
internal dan eksternal.
·
Bukti
analisis bukti yang berasal dari analisis dan verifikasi.
Standar-standar Bukti Audit
·
Kecukupan,
bukti dianggap memadai jika bersifat faktual memadai danmeyakinkan sehingga
bisa menuntun orang yang memiliki sifat hati-hati untukmengambil kesimpulan
yang sama dengan auditor.
·
Kompetensi,
bukti yang andal, baik dari sisi
keaslian bukti atau pernyataan lisan secara langsung.
·
Relevansi,
mengacu pada hubungan informasi dengan penggunaannya, dimana merupakan hubungan
yang logis dan masuk akal.
Penanganan Bukti yang Sensitif
Harus terdapat rencana untuk menangani dan mengamankan bahan-bahan yang sensitif
dari menentukan : metode untuk menjaga integritas dokumen yang harus dipisahkan
dari dokumen kertas kerja biasa dan harus disimpan dalam lemari terkunci atau
kotak penyimpan yang aman, mengamankan informasi bukti terkomputerasi dan
menjaga catatan suatu rantai penjagaan agar tidak dikompromikan. Dalam situasi
yang sangat sensitif yang dapat berakibat terjadinya tindakan hukum, harus
ada konsultasi dengan
penasihat hukum untuk menjaga
bukti dari tindakan yang mungkin terjadi.
Saran hukum dan pengamanan harus diperoleh sehubungan dengan penanganan selama
prosedur penemuan dalam situasi kriminal atau penggunaan biasa.
Kertas Kerja
Kertas kerja merupakan bahan pengembangan bukti, yang mengandung
substansi dasar dari pekerjaan yang dilakukan auditor disepanjang audit
khususnya pada tahap pekerjaan
lapangan. Kertas kerja harus diberikan pengawasan dan pemeriksaan untuk
menentukan keabsahannya dan tidak meninggalkan pertanyaan yang tersisa.
Pekerjaan Lapangan dalam Lingkungan
Berteknologi Tinggi
Penerapan sistem untuk perusahaan secara penuh (Enterprise-Wide Systems)
berpotensi mengintegrasikan fungsi-fungsi bisnis perusahaan dari pemasaran,
manufaktur, logistik hingga ke sumber daya dan pelaporan keuangan.
·
Enterprise-Wide
Systems. Perusahaan yang
berkembang menggunakan sistem ini, yang juga disebutsistem perencanaan sumber
daya perusahaan. Sistem ini memberikan kemungkinanbesar terciptanya operasi
yang lebih efisien dan efektif bagi perusahaan dengan menggunakan sistem
standar yang cukup fleksible terhadap komponen-komponen usaha yang berbeda di
negara yang berbeda dan meghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk tingkat
manajemen yang sesuai. Sistem ini bisa menangani bisnis dan fungsi-fungsi dalam
kisaran yang luastermasuk yang tercakup dalam e-commerce yang substansial
selain itu sistem ini menjadi standar bagi perusahaan besar untuk memiliki
bidang audit internal sendiri. Oleh karena itu auditor harus terlibat penuh
dalam proses, termasuk instalasinya. Hal ini penting dilakukan
mengingat kontrol tradisional
yang mengandalkan auditor
umumnya dihapuskan dan tidak ada kontrol lain yang bisa menggantikannya.
Satu pendekatan untuk menghadapi masalah ini adalah mengembangkan basis data
untuk pemrosesan dan yang lainnya untuk kontrol internal. Kontrol ini penting
karena sistem tersebut dirancang berdasarkan teori bahwa dokumen tunggal
informasi merupakan situasi yang paling diinginkan. Bagian penting dari kontrol yang dibangun dalam sistem didasarkan pada proteksi sandi rahasia. Hal
ini menjadi penting khususnya menyangkut penekanan pada otorisasi dalam
sistem-sistem perusahaan.
Audit Berkelanjutan
Sebuah metodologi yang
memungkinkan auditor independen memberikan keyakinan tertulis mengenai
suatu objek masalah menggunakan serangkaian laporan auditor yang dikeluarkan
secara simultan dengan, atau setelah suatu periode yang pendek, terjadinya
suatu kejadian yang melandasi masalah tersebut. Audit berkelanjutan dilakukan
pada perusahaan yang menggunakan enterprise-wide systems. Komponen kunci dalam
audit berkelanjutan yaitu perancangan dan implementasi kontrol otomatis dan
pemicu tanda bahaya. Pemicu tanda bahaya ini akan menjadi penanda bagi
auditor internal dan manajemen bahwa
salah satu hal berikut ini terjadi: Kontrol berfungsi dan mereka telah
mengidentifikasi sebuah kesalahan yang harus diinvestigasi dan atau diperbaiki.
dan Kontrol tidak berfungsi berdasarkan informasi yang diidentifikasi.
Masalah-masalah Audit Internal Terkait dengan Risiko
Begitu enterprise-wide systems dimodifikasi, masalah-masalah harus
dirubah. Perbedaan yang jelas harus dibuat antara apa yang dilaporkan ke
manajemen pada tingkat yang mana dan apa yang dilaporkan ke audit internal.
Karena enterprise-wide systems telah semakin berkembang dan perusahaan bergerak
menuju perlengkapan audit berkelanjutan yang konsisten dengan evaluasi risiko
mereka, pekerjaan lapangan tradisional yang dilakukan auditor akan berubah,
khususnya untuk bidang-bidang berisiko tinggi. Pekerjaan lapangan tidak akan
dilakukan dalam periode waktu yang berlainan tetapi dalam periode yang
berkelanjutan, laporan yang akan dikeluarkan berupa laporan pengecualian untuk
audit yang sedang berjalan dan laporan ringkas di akhir periode tertentu.
Perdagangan Elektronik (E-Commerce / E-Business) dan Audit Berkelanjutan
Karena perusahaan bergerak menuju E-commerce dan E-business, audit
berkelanjutan mungkin diharuskan untuk mengurangi risiko ke tingkat yang dapat
diterima. Jika suatu entitas menggunakan e-commerce untuk menjual produk ke palanggan,
terdapat beberapa risiko yang harus
dipertimbangkan auditor dalam
merencanakan pekerjaan lapangannya. Risiko-risiko ini mencakup
kemungkinan penjualan dan retur fiktif dan kemungkinan pesaing bisa mengakses
informasi yang penting dari perusahaan yang mengakibatkan kerugian besar bagi
entitas, dalam hal ini audit kelanjutan dapat memberikan tanda bagi auditor
atas masalah tersebuut.

Comments
Post a Comment